Gambar Ilustrasi : pexel

Aisyah radhiyallahu ‘anha menyatakan:

            كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقْبَلُ الْهَدِيَّةَ وَيُثِيبُ عَلَيْهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya.” (HR. Bukhari, no. 2585)

Pernahkah kita memberikan suatu hadiah kepada orang lain, namun kemudian orang tersebut menolak pemberian hadiah kita..?? bagaimana perasaan kita ketika hal itu terjadi..?? tentu akan muncul perasaan tidak nyaman dan bahkan kemungkinan akan menjadi pintu bagi Syetan untuk membisikkan kedalam hati kita prasangka yang bukan-bukan.

Sebab itulah Rasulullah mengajarkan kita agar hendaknya sebisa mungkin kita jangan menolak pemberian orang lain, selama pemberian itu tidak mengandung keburukan yang mengikutinya. Selain menerima hadiah, Rasulullah juga mengajarkan kepada kita agar membalas pemberian hadiah.

Rasulullah menerima dan memberi hadiah, akan tetapi Rasulullah dan keluarganya dilarang untuk menerima Sedekah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disodorkan makanan, beliau bertanya dahulu apakah makanan tersebut berasal dari hadiah ataukah sedekah. Kalau itu sedekah, beliau berkata, “Kalian makan saja makanan tersebut.” Namun kalau makanan tersebut adalah hadiah, maka beliau menyantapnya. (HR. Bukhari, no. 2576 dan Muslim, no. 1077)

Dari ‘Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima hadiah dan tidak menerima sedekah.” (HR. Ahmad, 4: 189, sanadnya hasan kata Syaikh Musthofa Al-‘Adawi dalam Fiqh Al-Akhlaq, hlm. 67)

Dalam hal menerima hadiah bahkan ada tiga jenis hadiah yang tidak boleh untuk ditolak si penerima, yakni :

ثَلاَثٌ لاَ تُرَدُّ الْوَسَائِدُ وَالدُّهْنُ وَاللَّبَنُ

“Ada 3 hal yang tidak boleh ditolak, bantal untuk duduk, minyak wangi, dan susu.” (HR. Turmudzi 3020, al-Baghawi 3173, dan dihasankan al-Albani).

Baca Juga  Kiat Bertahan Hidup di Masa Sempit

Saling memberi hadiah, walaupun dalam hal kecil namun memiliki dampak yang amat besar jika kita melakukannya atas dasar mengikuti Sunnah Nabi. Dalam hal ini pun rasulullah juga memerintahkan kepada kita agar tetap saling memberikan hadiah :

يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لاَ تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا ، وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ

Wahai para wanita muslimah, tetaplah memberi hadiah pada tetangga walau hanya kaki kambing yang diberi.” (HR. Bukhari, no. 2566 dan Muslim, no. 1030).

Dalam hadits ini memang Rasulullah menyebut hanya para wanita saja, tapi para ulama mengatakan bahwa maksud dari hadits ini adalah untuk umum.

Kemudian yang terakhir, hikmah dari saling memberi hadiah ini adalah agar senantiasa muncul rasa kasih sayang dalam diri kita kepada sesama :

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no. 594.

Abbas Tatami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here