Tanda-Tanda Meninggal Khusnul Khotimah
ilustrasi tangkapan layar youtube

Tanda-Tanda Meninggal Khusnul Khotimah. Khusnul Khatimah atau akhir hidup yang baik adalah suatu kondisi dimana seseorang mendapatkan taufiq oleh Allah sebelum datangnya ajal atau kematian untuk meninggalkan segala perbuatan yang mendatangkan murka Allah Ta’ala.

Bersemangat melakukan ketaatan dan mengerjakan kebaikan dan menutup usianya dengan kebaikan.

Meninggal dalam kondisi husnul Khotimah  memiliki tanda-tanda yang bisa dirasakan oleh orang yang akan meninggal. Selain itu ada juga tanda-tanda yang bisa disaksikan oleh banyak orang.

Lihat Juga :Youtuber Korea Menjadi Mualaf

Yang dirasakan oleh orang yang meninggal dalam kondisi husnul Khotimah adalah, akan turun malaikat pada saat sakaratul maut yang memberikan kabar gembira. Seperti yang disebutkan dalam firman Allah surat al Fushishilat ayat :30.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Al Fushshilat:30)

Tanda-Tanda Meninggal Khusnul Khotimah

Sedangkan tanda-tanda khusnul khotimah secara umum adalah,

  1. Seseorang yang meninggal dengan mengucapkan tahlil “Laa ilaaha illallah”, berdasarkan apa yang disabdakan baginda Nabi Muhammad SAW
    Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallooh’ maka dia akan masuk Surga.” (HR. Abu Dawud)
  2. Meninggal dengan keringat di dahi, berdasarkan hadits ibnu Buraidhah bin Hashib sebaggai berikut
    “Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang sakit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allaahu Akbar, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mu`min meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat didahinya.” (HR. Ahmad)
  3. Meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, Berdasarkan Sabda Nabi Shallahu ‘alihi wasallam
    “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jum’at atau pada malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
  4. Meninggal karena sebab menderita penyakit Ta’aun (Penyakit wabah atau sampar). Seperti yang disabdakan Nabi Shallahu ‘alihi wassalam
    “Mati karena penyakit sampar adalah syahid bagi setiap muslim.” (HR. Bukhari)
  5. Orang yang meninggal karena sakit Perut, atau penyakit yang berhubungan dengan perut seperti: maag, kanker, usus buntu, Kolera, disentri, batu ginjal dan lain sebagainya.
    “Barangsiapa yang mati karena sakit perut maka dia adalah syahid.” (HR. Muslim)
  6. Orang yang meninggal karena tenggelam atau karena kejatuhan bangunan atau tebing. Abu hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda
    “Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan  atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari)
  7. Orang yang meninggal karena urusan di jalan Allah (Sabilillah). Orang yang meninggal dalam jalan dakwah atau meninggal pada saat mengajar ilmu agama.
  8. Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya. Rasulullah Shalallahu ‘alihi wassalam bersabda
    “Terbunuhnya seorang muslim terhitung syahid, kematian karena wabah thaun terhitung syahid, kematian karena sakit perut terhitung syahid, kematian karena tenggelam terhitung syahid dan seorang wanita yang mati karena melahirkan anaknya terhitung syahid.” (HR. Ahmad)
  9. Seeorang yang terbunuh karena mempertahankan hartanya atau kehormatannya
    “Barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya maka dia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena memeprtahankan agamanya maka dia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan nyawanya maka dia syahid dan barangsiapa yang terbunuh karena memeprtahankan keluarganya maka dia syahid.” (HR. Tirmidzi)
  10. Seseorang yang meninggal pada saat melakukan amal.kebaikan atau amal sholeh. Ketika sedang sholat, atau ketika sedang melakukan Ibadah Haji.
    “Barangsiapa yang meninggal ketika mengucap ‘Laa ilaaha illallah’ ikhlas karena maka dia masuk Surga, barangsiapa yang berpuasa pada suatu hari kemudian meninggal maka dia masuk Surga, dan barangsiapa yang bersedekah ikhlas karena Allah kemudian dia meninggal maka dia masuk Surga.” (HR. Ahmad)
Baca Juga  Deddy Corbuzier Akan Ucap Syahadat Live ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here