Banner Metode Rubaiyat
Takwil atau Arti dari Mimpi Buruk
Ilustrasi Gambar: Unsplash

Secara ilmu pengetahuan mimpi adalah kondisi pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan atau indra lainnya dalam kondisi tertidur.

Sering ketika tertidur kita mengalami mimpi yang aneh-aneh. Kadang mimpi yang indah-indah hinggadalam hati ini merasa bahagia. Namun sering juga kita mengalami mimpi aneh  atau mimpi buruk, mimpi dikejar orang gila, mimpi bertemu binatang buas,  dan mimpi-mimpi buruk lainnya.

Nah dalam Agama Islam yang kafah ini, ternyata sudah di jelaskan bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim ketika mengalami mimpi buruk. Dahulu dijaman nabi beberapa sahabat juga mengalami hal demikian karena mereka juga manusia seperti halnya kita.

Hadits dari sahabat Nabi Jabir RA dibawah ini menceritakan ketika seorang Arab badui mengalami mimpi buruk dan diadukan kepada Rasulullah SAW

عَنْ جَابِرٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِىٌّ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ فِى الْمَنَامِ كَأَنَّ رَأْسِى ضُرِبَ فَتَدَحْرَجَ فَاشْتَدَدْتُ عَلَى أَثَرِهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِلأَعْرَابِىِّ « لاَ تُحَدِّثِ النَّاسَ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِى مَنَامِكَ ». وَقَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- بَعْدُ يَخْطُبُ فَقَالَ « لاَ يُحَدِّثَنَّ أَحَدُكُمْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِهِ فِى مَنَامِهِ .

Artinya: Dari Jabir ra, ada seorang Arab badui datang menemui Nabi kemudian bertanya, “Ya Rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya”. Nabi saw bersabda kepada, “Jangan kau ceritakan kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi”. Setelah kejadian itu, aku mendengar Nabi menyampaikan dalam salah satu khutbahnya, “Janganlah kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi” (HR Muslim)
Rasulullah saw juga bersabda:
إذا رأى أحدكم الرؤيا يكرهها، فليبصق عن يساره ثلاثا وليستعذ بالله من الشيطان ثلاثا، وليتحول عن جنبه الذي كان عليه

“Jika kalian mengalami mimpi yang dibenci (mimpi buruk) hendaklah meludah kesebelah kiri tiga kali, dan memohon perlindungan dari Allah dari godaan setan tiga kali, kemudian mengubah posisi tidurnya dari posisi semula.” (HR. Muslim)

وإن رأى ما يكره فليتفل عن يساره ثلاثا وليتعوذ بالله من شر الشيطان وشرها، ولا يحدث بها أحدا فإنها لن تضره

“Ketika kalian mengalami mimpi buruk, hendaknya meludah ke kiri tiga kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan dari dampak buruk mimpi. Kemdian, jangan ceritakan mimpi itu kepada siapapun, maka mimpi itu tidak akan memberikan dampak buruk kepadanya.” (HR. Muslim).

Takwil atau arti dari mimpi buruk yang kita alami sebenarnya tidak ada, mimpi buruk berasal dari gangguan jin atau syetan.

Dari Hadits diatas dapat kita simpulkan , Yang harus kita lakukan ketika kita mengalami mimpi aneh atau mimpi buruk adalah sebagai berikut.

  1. Meludah kekiri tiga kali, tidak harus keluar air ludah
  2. Membaca Ta’awudz (أعوذ بالله من الشيطان الرجيم) sebagai bentuk permohonan perlindungan dari Allah SWT. karena mimpi buruk adalah gangguan dari Jin atau Syetan.
  3. Mengubah posisi tidur, atau tidur sesuai sunah yang dianjurkan Rasulullah
  4. Tidak menceritakan mimpi buruk yang dialami kepada orang lain

Sebagai umat Rasulullah SAW, Yang harus kita contoh dan teladani adalah baginda Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam. Karena dengan mengikuti apa yang sudah beliau contohkan  kita semua akan selamat dunia dan Akherat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here