Perintah Membaca Dalam Al Qur’an

Perintah Membaca Dalam Al Qur’an. Al Qur’an merupakan sumber utama pendidikan islam. Dengan keberadaanya telah mempengaruhi sistem pendidikan Rasulullah SAW dan para sahabat. Didalam Al Qur’an juga mengandung konsep pendidikan yang unik dan menajubkan sehingga mampun melahirkan individu yang beriman dan senantiasa mengesakan Allah dan mengimani hari akhir.

Al Qur’an bukanlah buku sains, buku mistik atau buku cerita, Namun Al Qur’an adalah kitab suci yang berisi pokok-pokok ajaran islam. Membaca Al Qur’an tentu berbeda dengan membaca sebuah buku. Perlu ilmu khusus untuk membacanya, seperti mengenal huruf dalam Al Qur’an yang terdiri dari huruf hijaiyah dan ilmu tajwid. Demikian pula kita mengajarkan kepada orang lain dibutuhkan sebuah metode khusus serta pembiasaan dalam membaca Al Qur’an.

Perintah membaca dalam Al Qur’an, bersumber dari Allah SWT. Yang disampaikan kepada nabi Muhammad melalui perantara malaikat Jibril dalam gua Hira yang menjadi wahyu pertama didalamnya terdapat perintah membaca. Wahyu tersebut didalam Al Qur’an surat Al Alaq ayat 1-5.

Perintah Membaca Dalam Al Qur'an

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ – ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ – ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ – ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ – ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ – ٥

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Turunnya wahyu Surah Al Alaq dikisahkan dalam sirah, Pada saat itu beberapa kali ramdhan berlalu yang sudah dilewati oleh Muhammad SAW di Goa Hira. Sedikit demi sedikit jiwanya bertambah matang.

Beberapa kali bulan ramadhan berlalu yang sudah dilewati oleh Muhammad Saw. di goa Hira. Sedikit demi sedikit jiwanya bertambah matang, menjelang usia empat puluh tahun, tatkala bulan Ramadhan telah tiba pula, nabi Muhammad lagi-lagi pergi kepuncak gunung Hira.

Akan tetapi sekali ini suasananya berbeda dari pada hari-hari lainnya, di Goa Hira nabi Muhammad Saw. Ia berkhalwat dan menghadapkan diri sepenuhnya kepada Allah, (Pamungkas, 1999). Di dalam kitab Shohih Bukhari dikhabarkan bahwa asbabun nuzul surah al-Alaq ayat 1-5, didalam hadis nomor 3 jilid 1 yang diriwayatka oleh Aisyah ia berkata bahwa permulaan wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah saw adalah mimpi yang baik pada waktu tidur. Biasanya mimpi yang dilihat itu jelas, sebagaimana cuaca di pagi hari.

Kemudian, timbulah pada diri beliau keinginan untuk meninggalkan keramaian. Untuk itu beliau pergi ke Gua Hira untuk berkhalwat. Beliau melakukannya beberapa hari. Khadijah sang istri beliau menyediakan beberapa perbekalan untuk beliau selama di Gua Hira.

Pada suatu ketika, datanglah malaikat jibril kepada beliau, “Maka Malaikat (Jibril), ia berkata, “Bacalah.” Rasulullah Saw. menjawab, “Aku tidak dapat membaca.” Malaikat (Jibril) tersebut memegangku dan mendekapku hingga aku merasa kepayahan, kemudian ia melepaskanku. Lalu berkata, “Bacalah.”

Rasulullah saw menjawab, “Aku tidak dapat membaca.” Malaikat (Jibri) kembali memegangku dan mendekapku untuk yang kedua kalinya hingga aku merasa kepayahan, kemudian ia melepaskanku. Lalu berkata, “Bacalah.” Rasulullah a menjawab, “Aku tidak dapat membaca.” Malaikat (Jibril) kembali memegangku dan mendekapku untuk yang ketiga kalinya hingga aku merasa kepayahan, kemudian ia melepaskanku. Lalu berkata, ”Bacalah

Related articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share article

Latest articles

Newsletter

Subscribe to stay updated.

Belum Bisa Baca Qur'an ?

"Dengan menggunakan Metode Rubaiyat, Belajar Membaca Al Qur'an jadi mudah dan menyenangkan"