Banner Metode Rubaiyat

Seorang pengantin pria di Uttar Pradesh, India dikabarkan batal menikahi perempuan pujaan gara-gara telat datang ke acara pernikahan. Menurut laporan, acara pernikahan seharusnya digelar di Nagaljat, Bijnor, pada Jumat pukul 14.00 waktu setempat, Jumat awal Desember lalu. Namun karena sesuatu hal, sang pengantin pria baru datang pada malam harinya.

Sayangnya, bukan hanya membatalkan pernikahan, orangtua pengantin perempuan malah menikahkan putrinya dengan pria lain yang masih tetangganya di acara resepsi pernikahan tersebut.

Menjelang acara pernikahan, kedua keluarga mempelai terlibat cekcok soal kesepakatan nilai mas kawin yang diberikan. Puncaknya, percekcokan terjadi saat pengantin pria dan keluarga tiba di lokasi pernikahan terlambat pada malam harinya. Bahkan percekcokan itu sampai menyebabkan kepolisian setempat turun tangan untuk melerai.

Sebagian masyarakat India masih memegang tradisi bahwa kelurga perempuan yang memberikan maskawin kepada pengantin laki-laki.

Seperti dikutip dari Times of India, keluarga pengantin perempuan sempat mengurung pengantin pria dan keluarganya di sebuah ruangan.
Dalam mediasi oleh kepolisian Haladur, diketahui bahwa keluarga pengantin pria menuntut maskawin yakni sepeda motor dan sejumlah uang, namun keluarga pengantin perempuan keberatan dan menolaknya.

Sebelum pernikahan berlangsung, keluarga pengantin pria sudah mengancam bahwa ada konsekuensi yang harus ditanggung keluarga pengantin perempuan jika tuntutan maskawin itu tak dipenuhi.

Pejabat kepolisian Hardaur, Kanta Prashad, mengatakan, kedua pihak tak mengajukan laporan resmi ke polisi dan memutuskan menyelesaikan masalah mereka secara damai.

“Mereka awalnya saling melaporkan satu sama lain, tapi akhirnya mereka berkompromi. Pengantin perempuan tak jadi menikah dengan sang laki-laki,” kata Prashad.

Barulah pada esok harinya yakni pada Sabtu (7/12/2019), sang perempuan melangsungkan pernikahan dengan pria muda yang masih tetangganya.

sumber:islampos, inews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here