Banner Metode Rubaiyat

Selama kurang lebih tiga belas tahun lamanya, Rasulullah dan para Sahabat berjuang dengan segenap tenaga, harta dan bahkan nyawa yang menjadi taruhannya di kota suci Makkah. Bukan merupakan perjuangan yang ringan, selama kurun waktu itu banyak hal yang telah mereka korbankan, tak terhitung lagi air mata yang menganak sungai,tak terwadah lagi darah yang tertumpah, sungguh periode Makkah adalah sebuah periode yang amat jauh dari kata mudah.


Barangkali puncak dari kesusahan dalam mendakwahkan Islam di Makkah adalah ketika kaum Kafir Quraisy bersekongkol untuk memboikot Nabi beserta Sahabat, dan termasuk juga kepada segenap Bani Hasyim. Dari pemboikotan itu maka umat Islam dan Bani Hasyim menjadi terasing dilembah sebuah bukit, dengan menempati tenda-tenda reot ditengah teriknya siang yang membakar kerongkongan dan dalam dinginnya malam mencekam yang menusuk tulang. Selama tiga tahun lamanya masa pemboikotan, dengan segenap duka dan lara yang meliputi setiap raga umat Islam. Namun semua itu mereka jalani dengan dada yang dipenuhi cahaya keimanan, dan kesusahan macam apakah yang bisa mengalahkan kekuatan keimanan..??

Selama kurun waktu 13 tahun di Makkah, seolah Islam tidak berkembang, terlihat seperti orang yang berjalan ditempat. Keputusasaan hampir saja merenggut keyakinan dan semangat mereka akan kemenangan Islam, hingga akhirnya tibalah satu perintah Allah. Satu perintah yang penuh dengan tantangan, satu perintah yang akan mengubah arah.. itulah perintah Hijrah.

Dan seperti yang kita ketahui, setelah perjalanan hijrah yang penuh dengan ujian itulah akhirnya Islam semakin berkembang, berbondong-bondong semua masuk Islam. Tidak hanya Jazirah Arab, daerah-daerah sebagian Romawi pun akhirnya goyah, puncaknya terjadilah peristiwa fathul Makkah. Kota yang dulu menjadi awal perjuangan dan meninggalkan begitu banyak luka yang mendalam itu akhirnya berhasil dibebaskan dari segenap tradisi dan budaya jahiliyah. Itulah fathul Makkah..peristiwa besar pembebasan kota Makkah. Dan semua keberhasilan itu…didapatkan ketika umat Islam mulai berhijrah dan melanjutkan perjuangan dari kota Nabi, Madinah Al-Munawaroh.

Sahabat yang dirahmati Allah, Bumi ini terhampar luas dari timur hingga baratnya. Ribuan pulau dan lautan luas membentang, terdapat banyak keunikan dalam tiap jengkal tanahnya. Semua diciptakan oleh Allah untuk segenap makhluknya, dan kita sebagai manusia lah yang dipilih Allah untuk menjadi khalifah di bumi ini.
Maka jangan sampai ketika saat ini kehidupan kita dirasa sempit dan seakan bumi terus menghimpit, kemudian fikiran dan harapan kita juga ikut menciut. Ada begitu banyak hal indah diluar sana yang perlu kita datangi, ada berjuta manusia yang perlu kita temui, ada banyak harapan yang bisa kita gapai.

Jika kehidupan kita terasa kering dan gersang, Mari kita mulai melangkah untuk meninjau belahan Bumi yang lebih hijau. Jika kehidupan kita sekarang terasa pilu..maka mulailah melangkah meinggalkan rasa itu, jangan sia-siakan usiamu dengan menumbuk gandum yang sudah menjadi tepung, jangan pula habiskan tenagamu dengan menggergaji serbuk kayu,semua itu hanya masa lalu. Kita tidak akan pernah bisa kembali kemasa itu dan merubahnya. namun kita selalu ada kesempatan untuk merubah masa depan, Maka mulailah melangkah, merubah arah dengan berhijrah.

Tentu saja semua itu harus kita mulai dengan sikap percaya diri dan berani. Seperti ketika kita belajar berjalan di masa kecil silam, satu langkah harus berani kita ayunkan sehingga nanti akan muncul langkah-langkah kita yang lainnya, yang pada akhirnya kita bukan hanya akan bisa berjalan namun kita mampu berlarian. Tentu saja ada masanya dalam proses berjalan itu kita terjatuh dan terluka, tapi bukankah luka yang tidak membuat kita mengalami kematian itu hanya akan membuat kita justru tumbuh menjadi lebih kuat..??

Abas Tatami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here