Sabtu, Juli 2, 2022

Buy now

Kutbah Jum’at: Hakekat Taqwa

Belum Bisa Baca Qur'an ?

Anda atau orang yang anda cintai belum bisa baca Qur'an? Ingin bisa baca qur'an dengan cepat dan mudah?

Kutbah Jum'at: Hakekat Taqwa
Ilustrasi Photo Unsplash

Kutbah Pertama

الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Secara Umum Taqwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Imam Ahmad bin Hambal RA berkata, ” Taqwa Adalah meninggalkan apa apa yang diingi hawa nafsu, karena takut dengan dzat yang engkau takuti”.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa taqwa adalah, “Takut kepada Allah, ridha dengan ketentuan-Nya dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat nanti.

Allah Subhanallahu Wa Ta’ala mewasiatkan taqwa kepada seluruh umat manusia, termasuk umat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam.

Allah Subhannallahu Wa Ta’ala menghimpun seluruh nasihat dan dalil-dalil, petunjuk-petunjuk, peringatan-peringatan, didikan serta ajaran dalam satu wasiat taqwa.

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Suatu ketika Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam berwasiat mengenai taqwa. Diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah Bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam shalat subuh bersama kami, kemudian memberikan nasehat dengan nasehat yang dapat meneteskan air mata serta menggetarkam hati orang-orang yang mendengarnya. Lalu berkatalah salah seorang sahabat, “Ya Rasululllah, spertinya ini nasehat terakhir, karena itu nasehatillah kami”, lalu Nabi bersabda

“Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah, mendengar dan mentaati, sekalipun kepada budak keturunan habsy. Maka sesungguhnya barang siapa diantara kamu hidup (pada saat itu), maka dia akan menyaksikan banyak perbedaan pendapat. Oleh karena itu hendaklah kamu mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaurasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitkah kuat dengan gigi gerahammu (peganglah sunah ini erat-erat). Dan berwaspadalah kamu terhadap perkara yang diada-adakan (bid’ah) karena setiap bid’ah itu sesat”.(HR. Ahmad).

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alihi Wassalam,”Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah, mendengar dan mentaati”, Ibnu Rajab berkata, bahwa kedua kata itu yaitu mendengar dan mentaati, mempersatukan kebahagiaan dunia dan akherat. Adapun taqwa adalah penjamin kebahagiaan didunia dan di Akhirat. Taqwa juga merupakan sebaik-baiknya pakaian dan bekal orang mu’min. Hal ini sebagaimana digambarkan Oleh Allah Subhananallahu Wa Ta’ala dalam firmannya.

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Allah Ta’ala menganugrahkan kepada hamba-hamba-Nya pakaian pentutup aurat(al-libas) dan pakaian indah (ar-risy), maka al-libas merupakan kebutuha pokok, sedangkan ar-risyi sebagai tambahan dan penyempurna, artinya Allah menunjuki kepada manusia bahwa sebaik-baik pakaian adalah pakaian yang bisa menutupi aurat lahir maupun batin sekaligus memperindahnya, yaitu berupa pakaian at-taqwa.

Qasim bin malik meriwayatkan dari ‘Auf dari Ma’bad Al-Juhani berkata, maksud pakaian taqwa adalah Al Hayaa’ (Malu). Sedangkan Ibnu Abbas berpendapat bahwa pakaian taqwa adalah amal shalih, wajah yang simpatik dan bisa juga bermakna segala sesuatu yang Allah ajarkan dan tunjukan.

Adapun taqwa sebagai sebaik-baiknya bekal sebagaimana disampaikan oleh Allah dalam surah Al Baqarah ayat 197.

…وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

..Berbekalah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

Ibnu katsir menafsirkan ayat tersebut dengan menyatakan bahwa kalimat “Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, menunjukan bahwa tatkala Allah memerintahkan kepada hamban-Nya untuk mengambil bekal dunia, maka Allah menunjuki kepadanya tentang bekal menuju Akhirat yaitu Taqwa.

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Banyak sekali faktor-faktor penunjang agar kita bisa merasakan ketaqwaan tersebut, diantaranya:

  • Mahabatullah (mencintai Allah)
  • Muraqabatullah (Merasakan adanya pengawasan Allah)
  • Menjauhi Penyakit Hati
  • Menundukan hawa nafsu
  • Mewasapadai tipu daya syetan

Mahabatullah

Ibnu Qayyim berkata: “Mahabatullah itu ibarat pohon kecintaan dalam hati, akarnya adalah merendahkan diri dihadapan Dzat yang dicintainya, batangnya adalah ma’rifah kepada-NYa, rantingnya adalah rasa takut kepada siksaNya, daunnya adalah rasa malu terhadapNYA, buah yang dihasilkan adalah taat kepadaNya, bahan penyiramnya adalah dzikir kepadaNYa, kapan saja, jika amalan-amalan tersebut berkurang maka maka berkuranglah rasa mahabbah kepada ALlah

Merasakan adanya pengawasan Allah, Allah berfirman:

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (Al hadid :4)

Makna ayat ini bahwa Allah mengawasi dan menyaksikan perbuatanmu kapan saja dan dimana saja kamu berada. Didarat ataupun dilaut, pada waktu malam maupun siang. Dirumah kediamanmu maupun diruang terbuka. Segala sesuatu berada dalam Ilmunya, Dia mendengarkan perkataanmu, melihat tempat tinggalmu dimana saja adanya dia mengetahui apa yang kamu sembunyikan serta yang kamu fikirkan.

Menjauhi penyakit hati

Di dunia ini tidak ada yang namanya kejahatan dan bencana besar, kecuali penyebabnya adalah perbuatan dosa dan maksiat, adapun penyebab dosa itu banyak sekali, Diantaranya adalah penyakit hati, penyakit yang cukup kronis yang menimpa banyak manusia, seperti dengki yang tidak senang kebahagiaan menghinggap kepada orang lain, atau gibah yang selalu membicarakan aib orang lain, dan satu penyakit yang tidak diampuni Allah yaitu Syirik. Oleh karena itu mari kitaberlindung kepada Allah dari penyakit itu semua

Menundukan hawa nafsu

Apabila kita mampu menahan dan menundukan hawa nafsu, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan sebagai tanda adanaya nilai taqwa dalam diri kita. Allah berfirman

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ * فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,” Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya) An Naziaat (40-41).

Mewaspadai tipu daya syetan, Syaithan menghalangi orang-orang beriman dari jalan Allah. Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan cara syetan untuk menghalangi manusia, diantaranya; pertama adalah kufur, jikalau seseorang selamat dari kekufuran, maka syathan menggunakan cara yang kedua yaitu bid’ah, jika selamat pula maka ia menggunakan cara yang ketiga yaitu dosa-dosa besar, jika masih tak berhasil dengan cara ini ia menggoda dengan perbuatan mubah, sehingga manusia menyibukan dirinya dengan cara yang ini, jika tidak mampu jua maka syaithan akan menyerahkan bala tentaranya untuk menimbulkan berbagai macam gangguan dan cobaan dengan silih berganti.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Kutbah kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،

رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ اْلأَسْقَامِ

اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Terlaris

Kelebihan Belajar Baca Qur'an
dengan Metode Rubaiyat

  • Mendapatkan Paket Rubaiyat
  • Lebih Mudah
  • Lebih Cepat
  • Menyenangkan
  • Garansi Sampai Bisa
  • Menggunakan Zoom Premium untuk bimbingan Gratis
  • Mendapatkan Paket Metode Rubaiyat
  • Trainer Berpengalaman

Belajar Baca Qur'an dengan Mudah Cepat dan Menyenangkan

Mau Pahala Terus Mengalir Tanpa Batas ?

Donasi Pemberantasan Buta Aksara Al Qur'an di Indonesia,

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Media Sosial Rubaiyat

22,036FansSuka
3,375PengikutMengikuti
19,700PelangganBerlangganan
-Metode Rubaiyat-spot_img

Artikel Populer