Banner Metode Rubaiyat

Para sahabat merupakan generasi terbaik yang pernah hadir di dunia. Mereka mendapat didikan langsung dari Rasulullah SAW. Sehingga paham betul hal-hal yang berkaitan hukum islam atau ketika shalat yang menjadi Imam adalah baginda Nabi.

Kisah tentang kekusyukan para sahabat ketika melakukan shalat adalah sahabat nabi yang bernama Ali Bin Abu Thalib. Beliau radhiyallahu’anhu termasuk dari kalangan orang-orang shalih, dan sekaligus sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah. Beliau telah menghabiskan hidup dan segenap jiwa raganya untuk berjihad dijalan Allah.

Dalam suatu peperangan , Sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra. Terkena panah pada salah satu anggota tubuhnya. Para sahabat yang lain mengatakan bahwa untuk mencabut anak panah yang tertancap pada tubuh beliau maka sebagian tubuhnya harus dilukai atau dipotong. Jika hal itu tidak di lakukan maka anak panah tersebut tidak bisa diambil.

Mendengar demikian, Ali bin Abi Thalib RA lantas berkata:”Bila aku tengah mengerjakan sholat maka keluarkan anak panahnya”. Saran dari Amirul Mukminin ini dilakukan oleh para sahabat lain.

Ketika Sayyidina Ali menjalankan shalat, para sahabat yang lain mulai membedah anggota tubuhnya dan mengeluarkan anak panah tersebut dari Sayyidina Ali. Walau proses pembedahan sedang dilakukan namun Sayyidina Ali tak sedikitpun berubah, beliau tetap sholat hingga selesai.

Ketika beliau selesai sholat sayyidina Ali berkata:” Mengapa kamu tidak mencabut anak panah itu”.

Itulah kisah yang luar biasa kekhusyukan para sahabat ketika sedang bertaqarub kepada Allah melalui shalat. Berdialog dengan Allah tanpa terlintas pikiran-pikiran lain kecuali hanya menghadap kepada Allah. Sehingga tidak berasa sedikitpun ketika daging dari anggota tubuhnya disayat atau dibedah untuk dikeluarkan anak panahnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here