Kenapa Surah Pertama dinamakan Al Fatihah

Meski tak satu pun kata “al-fatihah” di dalam surah pertama ini, Nabi sendiri memberi nama surah ini dengan istilah “pembuka al-kitab” (fatihah al-kitab).

Ini bagaikan kover yang menggambarkan keseluruhan isi Alquran. Ini juga mengisyaratkan selalu ada jalan terbuka bagi siapa pun yang ingin mendekatkan diri dengan-Nya.

Penyebutan berulangkali diri-Nya sebagai Mahapenerima Taubat (al-Tawwab), Mahapengampun (al-Ghafur), Mahapemaaf (al-‘Afuw), dan yang tak kalah pentingnya Allah SWT hanya memperkenalkan satu-satunya konsep “bismillahirrahmanirrahim” (Atas nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahaoenyayang), yang mengawali setiap surat dalam Alquran (kecuali surat at-Taubah [9]), mengisyaratkan betapa Allah SWT lebih menonjol sebagai Mahapencinta dari pada Mahapemurka. Bahkan terkesan Allah SWT lebih menonjol untuk dicintai daripada untuk ditakuti.

Dinamai surat al-Fatihah, menurut Rauzabh al-Baql, karena menjadi kunci pembuka pintu-pintu gudang rahasia Alkitab. Surat ini juga menjadi kunci pembuka pintu gudang kelembutan firman Allah SWT. Barang siapa yang membukanya maka akan mendapatkan rahasia yang tersimpan di dalamnya. Lebih lanjut Rauzabh al- Baql menjelaskan:

Ada tiga pendapat tentang turunnya surat al-Fatihah. Ada ulama yang mengatakan surat ini turun di Makkah (Makkiyyah), ada yang mengatakan turun di Madinah (Madaniyyah), yang lainnya mengatakan surat ini turun dua kali. Sekali di Makkah dan turun lagi di Madinah karena itu surah ini disebut Allah al-sab’ almatsani (QS al-Hij [15]: 87).

Dalam sebuah Riwayat disebutkan, sekiranya Alquran dipadatkan maka pemadatannya ialah surah al-Fatihah. Jika surat ini dipadatkan lagi, pema datannya terletak pada ayat pertamanya, “bismillahirrahmanirrahim” dan jika dipadatkan lagi, pemadatannya ialah huruf ba, ada lagi yang mengatakan titik di bawah huruf ba. Kalangan mufasir mengatakan inti basmalah yang menjadi inti surat al-Fatihah ialah dua kata terakhirnya, yaitu al-Rahman al-Rahim yang biasa disebut sebagai induknya nama-nama Allah SWT (ummahat al-asma’).

Kebetulan kedua kata ini berasal dari akar kata yang sama, yaitu rahima artinya cinta. Jadi, jika Alquran yang terdiri atas 6.666 ayat terdapat di dalam 114 surah atau 30 juz, kata pemadatannya ialah “cinta”. Alangkah tidak eloknya sebuah tindakan yang memperatas namakan Alquran, tetapi mengumbar kebencian dan permusuhan, apalagi kekerasan.

Related articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share article

Latest articles

Newsletter

Subscribe to stay updated.

Belum Bisa Baca Qur'an ?

"Dengan menggunakan Metode Rubaiyat, Belajar Membaca Al Qur'an jadi mudah dan menyenangkan"