Banner Metode Rubaiyat
Cara Mandi Wajib Yang Benar
Photo by Curology on Unsplash

Cara Mandi Wajib Yang Benar. Apakah perbedaan mandi wajib dengan mandi biasa? adakah tatacara khusus untuk melakukan mandi wajib. Seseorang diharuskan untuk mandi wajib atau mandi Janabah ketika dirinya mendapatkan hadats besar. Misal bagi pasangan yang sudah menikah setelah melakukan hubungan suami istri. Atau yang belum menikah pernah mengalami mimpi basah hingga keluar mani.

Tujuan dari Mandi Wajib adalah untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan oleh beberapa aktivitas yang sudah disebutkan diatas.

Bagaimana Cara Mandi Wajib Yang Benar?

Tata cara mandi wajib yang benar dijelaskan dalam buku “Mandi Janabah Rasulullah SAW Menurut 4 Mazhab”. Karangan Ustadz Isnan Ansory, Lc., M.Ag, beliau menjelaskan, didalam Al Qur’an disebutkan Syariat mandi wajib dijelaskan secara Global sedangkan perinciannya atau tatacara pelaksanaannya di sebutkan dalam hadits.

Beberapa hadits yang menyampaikan secara detail berkaitan dengan tata cara mandi wajib Rasulullah SAW. Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari jalur istri nabi yakni Aisyah RA. Dalam hadits tersebut Aisyah menjelaskan apa saja yang dilakukan baginda Nabi saat memulai dan mengakhiri mandi Janabah.

Pertama, Rasullah mencuci kedua tangannya, Kemudian Beliau menumpahkan air dari tangan kanannya ke tangan kiri, lalu mencuci kemaluannya. Selanjutnya, Nabi SAW berwudhu seperti Wudhunya orang sholat. Kemudian beliau mengambil Air, lalu memasukkan jari-jari tangannya ke sela-sela rambutnya.

Jika Nabi SAW yakin semua kulit kepalanya telah basah, lantas beliau meyirami kepalanya tiga kali. Dilanjutkan dengan membersihkan seluruh tubuhnya dengan air, kemudian diakhiri dengan air.

Itulah tata cara mandi wajib yang benar yang dicontohkan oleh Baginda Nabi. Agar kita sebagai umatnya bisa meneladani dan mencontoh apa yang Rasulullah ajarkan. Sehingga perilaku kita dan perbuatan kita mendapatkan Ridho dan pahala dari Allah SWT.

Ketika mandi wajib yang kita lakukan benar maka juga akan bepengaruh dengan sah dan tidaknya ibadah yang lainnya. Bukan hanya sekedar menyiram air kedalam tubuh kita sebeberapun lama kita mandi namun ketika tidak memakai rukun diatas maka akan sia-sia.

Sumber : Republika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here