Cara Berwudhu Dan Tayamun Yang Benar
Photo : Tangkapan layar channel Youtube

Cara Berwudhu Dan Tayamun Yang Benar. Jika seseorang melakukan shalat dalam kondisi tidak berwudhu maka shalatnya tidak sah. Wudhu merupakan syarat pertama ketika seseorang akan melaksanakan shalat. Lantas Begaimana cara berwudhu yang benar sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Satu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiyallahu’anhuma tentang pentingnya berwudhu sebelum melaksankan shalat.

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلاَ صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ

“Tidak ada Shalat kecuali dengan thaharah. Tidak ada sedekah dari hasil penghianatan”

Dalam hadits lain Abu Hurairah Radhiyallahu’an meriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

“Shalat seseorang diantara kalian tidak akan di terima-ketika masih berhadats-sampai dia berwudhu”

Berkaitan dengan wudhu Imam Nawawi Rahimahullah mengatakan ” Hadits ini adalah nash mengenai wajibnya Taharah untuk shalat. Kaum Muslimin telah bersepakat bahwa taharah merupakan syarat sah shalat.

Jadi sampai di sini kita sudah paham bahwa wudhu adalah syarat mutlak agar shalat yang kita lakukan sah.

Berwudhu Dan Tayamun

Cara Berwudhu Dan Tayamun Yang benar

Mengenai urut-uratan berwudhu kita bisa membaca dan menyimak dari hadits nabi dibawah ini.

حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ – رضى الله عنه – دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ». قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَكَانَ عُلَمَاؤُنَا يَقُولُونَ هَذَا الْوُضُوءُ أَسْبَغُ مَا يَتَوَضَّأُ بِهِ أَحَدٌ لِلصَّلاَةِ

Artinya:”Humran pembantu Utsman menceritakan bahwa Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu pernah meminta air untuk wudhu kemudian dia ingin berwudhu. Beliau membasuh kedua telapak tangannya 3 kali, kemudian berkumur-kumur diiringi memasukkan air ke hidung, kemudian membasuh mukanya 3 kali, kemudian membasuh tangan kanan sampai ke siku tiga kali, kemudian mencuci tangan yang kiri seperti itu juga, kemudian mengusap kepala, kemudian membasuh kaki kanan sampai mata kaki tiga kali, kemudian kaki yang kiri seperti itu juga. Kemudian Utsman berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda, “Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian dia shalat dua rakaat dengan khusyuk (tidak memikirkan urusan dunia dan yang tidak punya kaitan dengan shalat[5]), maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. Ibnu Syihab berkata, “Ulama kita mengatakan bahwa wudhu seperti ini adalah contoh wudhu yang paling sempurna yang dilakukan seorang hamba untuk shalat”

Dari hadits di atas dapat kita ringkas untuk urutan wudhu yang di lakukan baginda Nabi adalah sebagai berikut.

  1. Niat wudhu didalam hati, untuk menghilangkan hadats
  2. Membaca basmalah:”Bismillah”
  3. Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
  4. Mengambil air dengan tangan kanan, kemudian dimasukan kedalam mulut (Berkumur-Kumur) dan dimasukan kedalam hidung (Istinsyaq) sekaligus satu cidukan. Kemudian air tersebut dikeluarkan dengan tangan kiri. Hal itu dikakukan sebanyak tiga kali
  5. Membasuh muka atau seluruh wajah sebanyak tiga kali dan menyela-nyela jenggot
  6. Membasuh tangan kanan kemudian tangan kiri hingga siku sambil menyela-nyela jari jemari
  7. Membasuh kepala 1 kali dan termasuk didalamnya telinga
    Cara melakukannya, tatacara membasuh kepala ini adalah sebagai berikut, kedua telapak tangan dibasahi dengan air. Kemudian kepala bagian depan dibasahi lalu menarik tangan hingga kepala bagian depan. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan memasukan jari telunjuk kelubang telinga, sedangkan ibu jari menggosok bagian telinga luar
  8. Membasuh kaki kanan kemudian kaki kiri hingga kemata kaki dan menyela-nyela jari kaki
Baca Juga  Cara Menghitung Zakat Penghasilan

Cara Berwudhu untuk Muslimah

Sedangkan untuk wanita muslimah  tata cara membasuh kepla tidak dibedakan dengan pria. Akan tetapi, boleh bagi wanita untuk membasuh kimarnya saja. Jika ia membasuh bagian depan kepala disertai dengan khimarnya , maka itu lebih bagus agar terlepas dari perselisihan ulama.

Cara Tayamum Yang Benar

Dalil tentang Tayamum

وَإنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أو على سَفَرٍ أو جَاءَ أحَدٌ مِنْكُمْ من الغَائطِ أو لامَسْتُم النِّسَاءَ فلمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدَاً طَيِّبَاً فَامْسَحُوا بِوجُوهِكُمْ وَأيْديكمْ إنَّ اللَّهَ كَانَ عَفوَّاً غَفورَاً

Artinya “Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); usaplah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisa’: 43)

Rukun dan Cara melakukan Tayamum

  1. Memindahkan Debu
  2. Niat
  3. Mengusap wajah dengan debu atau tanah yang bersih
  4. Mengusap tangan hingga siku
  5. Tertib dalam mengusap

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here