Banner Metode Rubaiyat
Foto : Jawapos

Semua manusia terlahir memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sosok manusia unggul dan berprestasi. Keterbatasan dalam hal ekonomi tidak menjadikan halangan untuk kemudian berkembang sehingga meraih prestasi dan membanggakan orang tua.

Laila Qomariah salah satunya, mendapatkan prestasi dengan hasil nilai yang sempurna ber IPK 4.00 kemudian lulus menjadi Doktor. Laila Qomariah adalah anak seorang dari penarik becak yang kadang kebanyakan orang memandang dengan sebelah mata.

’’Saya harus lebih baik daripada orang tua dan memperbaiki nasib keluarga,” ungkap perempuan asal Pamekasan, Madura, tersebut. yang di kutip dari Jawa Pos

Setelah lulus, Laila ingin melanjutkan studi S-2. Namun, tidak ada biaya sama sekali. Setelah ada pembukaan program PMDSU, Laila menjajalnya. Dia pun memilih promotornya terlebih dahulu di ITS. Beragam persyaratan harus dipenuhi. Termasuk TOEFL minimal 500, tes potensi akademik (TPA) minimal 550, dan IPK minimal 3,5. ’’Saat itu IPK S-1 saya 3,7,” ujarnya.

Saat menempuh program PMDSU, Laila tidak begitu kesulitan seperti saat S-1. Sebab, dia mendapatkan biaya langsung dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti). ’’Kesulitannya hanya pada waktu penelitian,” katanya.

Laila menuturkan, dirinya melakukan penelitian tentang silika. Biasanya silika hanya dimanfaatkan sebagai penyerap jamur. Namun, dia menemukan banyak sekali manfaat silika. Setiap struktur silika bisa diaplikasikan macam-macam. ’’Saya meneliti empat struktur silika,” jelasnya.

Setelah lulus jadi doktor, Laila pun ingin mengabdi di ITS sebagai dosen. Sebab, passion yang dimiliki adalah mengajar. ’’Ada beberapa tawaran dari perusahaan. Tapi, saya tetap pengin jadi dosen,” katanya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here