Adzab Kubur. Alam kubur bagi orang yang beriman adalah tempat peristirahatan, ia akan selamat dari siksa kubur karena ketaatannya kepada Allah ketika didunia. Namun bagi orang-orang yang tidak mau beriman kubur merupakan tempat yang tidak enak dan penuh dengan siksaan. Hadits yang menyebutkan ada siksaan di alam kubur diriwayatkan oleh imam ahmad dan at tirmidzi
مَا رَأَيْتُ مَنْظَراً إِلاَّ وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ
“Aku belum pernah melihat pemandangan yang lebih mengerikan daripada azab kubur.” (HR. Ahmad dan At Tirmidzi)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga pernah memperlihatkan berbagai macam adzab kubur kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam shahihnya.
Suatu malam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diajak oleh dua malaikat. Dalam mimpinya itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala memperlihatkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada orang yang diperlintangkan dan kepalanya dihancurkan. Ternyata ia adalah orang yang diajarkan Al-Qur’an tapi kemudian ia tidak mau mengamalkannya.
Ada lagi orang yang disobek mulut hingga tengkuknya. Ternyata dia adalah orang yang suka menyebarkan isu-isu/ berita hoaks. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat lagi ada orang-orang yang berada di dalam tungku api dengan keadaan telanjang. Ternyata mereka adalah para pezina.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melihat ada orang yang digantung dengan posisi kepalanya berada di bawah, sementara mulutnya mengeluarkan darah. Ternyata dia adalah orang yang di bulan Ramadhan siang hari berbuka tanpa udzur syar’i.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memperlihatkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada orang yang berenang di sungai darah. Ternyata ia pemakan riba.
- Mentauhidkan Allah
Yang pertama, mentauhidkan Allah ‘Azza wa Jalla. Karena dengan bertauhid adalah sumber ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sumber diterimanya amal. Tauhid merupakan amal yang sangat besar di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena orang yang wafat di atas kesyirikan, tidak akan pernah mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan sudah dipastikan dia akan diadzab di kuburnya.
Demikian pula dia akan diadzab di dalam api neraka selama-lamanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Ma’idah[5]: 72)
- Berdoa
Kemudian yang kedua, di antara amal yang bisa menyelamatkan kita dari adzab kubur adalah kita banyak berdoa minta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari adzab kubur. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada umatnya, setelah selesai tahiyat akhir sebelum salam untuk berlindung dari empat perkara;
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari adzab neraka jahanam, dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah dajjal.” [HR. Bukhari dan Muslim, no. 588]
Subhanallah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menekankan umatnya agar tidak meninggalkan doa ini sebelum salam setiap shalat, baik sholat yang wajib hukumnya maupun yang sunnah. Bahkan sebagian ulama menganggap bahwa membaca doa ini termasuk perkara yang wajib. Maka hendaknya kita berusaha untuk berlindung dari empat perkara tadi.
- Menghafal dan mentadabburi surah Al-Mulk
Kemudian amal yang ketiga, yang insya Allah mudah-mudahan menyelamatkan kita dari adzab kubur yaitu kita berusaha untuk menghafal Surah Al Mulk dan mentadabburi serta mengamalkannya. Ada beberapa hadits dan Syaikh Al Albani mengatakan hadits itu hasan dengan jalan-jalannya. Bahwa orang yang membaca Surah Al Mulk itu Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melindunginya dari adzab kubur. Subhanallah, hanya 30 ayat saja.
Oleh karena itulah disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebelum tidur di waktu malam, membaca Surah Al Mulk dan Surah As Sajadah. Maka coba kita berusaha untuk membaca, mentadabburi, dan mengamalkannya. Mudah-mudahan itu bermanfaat, saudaraku.
- Menjauhi sebab adzab kubur
Kemudian amalan yang keempat agar kita terhindar dari adzab kubur, yaitu menjauhi sebab-sebab yang menyebabkan seseorang akan diadzab di dalam kuburnya. Apa saja sebabnya? Secara umum, maksiat seluruhnya adalah sebab adzab kubur. Namun di sana ada sebab-sebab yang khusus. Di antaranya adalah namimah (mengadu domba) dan ghibah.
Di antara sebab adzab kubur lainnya adalah tidak berhati-hati dari air kencing. Sebagaimana Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melewati dua kuburan. Yang ternyata penghuni kuburan itu sedang diadzab. Berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أَمَا إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ
“Sesungguhnya dua orang penghuni makam ini sedang diadzab. Dan keduanya tidaklah diadzab karena sesuatu perkara yang besar (menurut pandangan mereka, pen.). Adapun orang pertama (diadzab) karena suka mengadu domba, sedangkan yang lain (diadzab) karena tidak bersuci dari air kencingnya.” (HR. Bukhari 218 dan Muslim no. 292)
Ada orang yang buang air kecil namun tidak peduli terhadap percikannya. Bahkan terkadang ada yang tidak membersihkannya. Ini semua adalah sebab munculnya adzab kubur.