Banner Metode Rubaiyat
4 Keutamaan Menyambung Silaturahmi dengan Kerabat, Gambar ilustrasi, Rawpixel

Banyak ayat didalam Al Quran dan Hadits yang memerintahkan kita untuk menyambung silaturahim serta menjelaskan berbagai keutaaman yang akan didapat. Menyambung silaturahmi merupakan amalan yang mulia dan bagian dari kewajiban agama.

Imam an Nawawi dalam kitab syarh Shahih Muslim, menjelaskan yang di maksud dengan silaturahim adalah menyambung hubungan dengan sanak kerabat.

“Adapun silaturahim adalah berbuat baik kepada karib kerabat sesuai dengan keadaan orang yang hendak menghubungkan dan keadaan orang yang hendak dihubungkan. Terkadang kebaikan dalam harta, terkadang dengan memberi bantuan tenaga. Terkadang dengan mengunjunginya, dengan memberi salam, dan cara lainnya. (Syarh Shahih Muslim, 2/201)

Berikut ini balasan dari Allah Ta’ala kepada orang-orang yang gemar menyambung silaturahmi yang telah putus yang disebutkan dalam beberapa hadits Nabi.

Pertama, Dijanjikan memasuki surga dengan selamat, sebagaimana dalam hadits Nabi,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوْا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah silaturahim, shalatlah pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kedua, Akan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga, Dicintai keluarganya.

Dengan mengunjungi sanak kerabat akan menimbulkan rasa kasih sayang yang kuat atau rasa cinta antara kerabat satu dan lainnya. Hal tersebut hanya bisa diwujudkan dengan silaturahmi yang di lakukan secara kontinu.

مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ

“Siapa yang bertakwa kepada Rabbnya dan menyambung silaturahim niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya” (HR. Bukhari)

Keempat, mendapatkan pahala yang besar dari Allah , pahala silaturahmi lebih besar dari pada pahala memerdekan budak, Kisah tersebut ketika salah seorang sahabat Nabi memerdekakan budaknya dan perkara tersebut disampaikan kepada Baginda Nabi.

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَشَعَرْتَ أَنِّي أَعْتَقْتُ وَلِيدَتِي قَالَ أَوَفَعَلْتِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ أَمَا إِنَّكِ لَوْ أَعْطَيْتِهَا أَخْوَالَكِ كَانَ أَعْظَمَ لِأَجْرِكِ

“Wahai Rasulullah, tahukah engkau bahwa aku memerdekakan budakku?” Nabi bertanya, “Apakah engkau melaksanakannya?” ia menjawab, “Ya”. Nabi bersabda, “Seandainya engkau berikan budak itu kepada paman-pamanmu, maka itu akan lebih besar pahalanya” (HR. Bukhari)

Referensi :muslim.or.id, bincangsyariah.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here